Mengatasi Konflik Keluarga Melalui Ruqyah Syar’iyyah: Deteksi, Penyebab, dan Terapi Spiritual

Konflik rumah tangga umumnya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan mediasi psikologis. Namun, ada kalanya pertengkaran keluarga terjadi secara tidak wajar, tiba-tiba, dan tanpa alasan logis yang mendasarinya. Dalam keilmuan Islam, dinamika keluarga tidak hanya melibatkan dimensi fisik dan emosional, tetapi juga dimensi spiritual atau hal ghaib.

Ruqyah Syar’iyyah (metode penyembuhan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa yang sahih) diakui dalam literatur konseling dan psikologi Islam sebagai salah satu bentuk Spiritual Coping Strategy (strategi koping spiritual) yang valid untuk mengatasi gangguan yang bersumber dari penyakit hati, sihir, maupun ‘ain.

1. Akar Spiritual Konflik Keluarga: Sihir dan ‘Ain

Dalam teologi Islam, gangguan pihak luar dari bangsa jin maupun energi negatif manusia (‘ain) nyata adanya dan dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang.

  • Sihir Perceraian (Sihr Tafriq): Al-Qur’an secara eksplisit menyebutkan adanya praktik sihir yang secara khusus ditujukan untuk merusak rumah tangga. Hal ini terekam dalam penjelasan mengenai sihir di masa Nabi Sulaiman:
    “…Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya…” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 102). Menurut literatur klasik, sihir ini bekerja dengan memanipulasi persepsi, sehingga suami/istri melihat pasangannya dengan rupa atau tabiat yang sangat buruk dan memicu kebencian mendadak (Al-Ashqar, 1998).
  • Penyakit ‘Ain (Pandangan Mata): ‘Ain adalah pengaruh buruk yang ditimbulkan oleh pandangan mata yang disertai rasa takjub atau hasad (iri dengki) tanpa diiringi zikir kepada Allah. Di era media sosial, kebiasaan oversharing kemesraan keluarga rentan memicu ‘Ain yang dapat mengakibatkan rumah tangga tiba-tiba terasa panas dan penuh pertengkaran (HR. Muslim, No. 2188).

2. Indikator Konflik yang Membutuhkan Ruqyah

Kajian psikologi Islam kontemporer, seperti yang diuraikan oleh Rothman dan Coyle (2018) mengenai model jiwa manusia dalam Islam, membedakan antara gangguan psikologis biasa dan gangguan spiritual. Indikator konflik keluarga yang membutuhkan intervensi Ruqyah Syar’iyyah antara lain:

  • Perubahan emosi yang sangat ekstrem dan drastis terhadap pasangan (dari sangat cinta menjadi sangat benci tanpa pemicu logis).
  • Suasana rumah yang selalu terasa panas, pengap, dan membuat anggota keluarga tidak betah berada di dalamnya.
  • Terjadinya gangguan fisik atau keluhan psikosomatis pada suami/istri yang secara medis dinyatakan normal (tidak terdeteksi penyakit fisik).
  • Sering bermimpi buruk yang berulang (misalnya digigit ular, jatuh dari ketinggian, atau melihat tempat kotor).

3. Ruqyah Syar’iyyah Sebagai Terapi Psikospiritual

Dalam pendekatan Tibb an-Nabawi (Pengobatan Ala Nabi), Ruqyah bukan sekadar membacakan ayat, melainkan sebuah terapi kognitif-spiritual yang mengembalikan tauhid dan kebergantungan (tawakal) hanya kepada Allah. Hal ini terbukti secara klinis mampu menurunkan tingkat kecemasan (ansietas) pada individu (Najati, 2001).

Beberapa langkah mandiri yang dianjurkan:

  • Membersihkan Rumah: Menyingkirkan patung, gambar bernyawa yang berlebihan, atau jimat (benda syirik), karena hal-hal tersebut menghalangi masuknya malaikat rahmat ke dalam rumah (HR. Bukhari).
  • Membaca Surah Al-Baqarah: Rasulullah SAW memberikan resep spesifik untuk menetralisir gangguan di dalam rumah. Beliau bersabda: “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan Surah Al-Baqarah.” (HR. Muslim).
  • Membentengi Diri dengan Mu’awwidzatain: Merutinkan membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas setiap pagi dan petang, serta sebelum tidur untuk membentengi jiwa dari hasad manusia dan godaan setan (HR. Bukhari dan Tirmidzi).

Kesimpulan

Pendekatan Ruqyah Syar’iyyah tidak menafikan pentingnya konseling psikologis; keduanya justru saling melengkapi (complementary). Psikolog Islam merekomendasikan agar keluarga yang berkonflik tetap memperbaiki pola komunikasi dan meregulasi emosi, sembari menggunakan Ruqyah Syar’iyyah untuk membersihkan residu energi negatif dan gangguan spiritual. Dengan menggabungkan ikhtiar rasional dan spiritual, keharmonisan keluarga lebih mudah untuk dirajut kembali.

Daftar Pustaka / Referensi Akademis dan Syar’i:

  • Al-Qur’an al-Karim (khususnya Q.S. Al-Baqarah: 102).
  • Shahih Bukhari & Shahih Muslim (Kitab tentang Sihir, ‘Ain, dan Pengobatan).
  • Al-Ashqar, U. S. (1998). Alam al-Jinn wa as-Shayatin (Dunia Jin dan Setan). Dar al-Nafaes. (Referensi teologi klasik Islam).
  • Najati, M. U. (2001). Al-Qur’an dan Ilmu Psikologi. Pustaka Hidayah. (Membahas efek pembacaan Al-Qur’an terhadap ketenangan sistem saraf).
  • Rothman, A., & Coyle, A. (2018). Toward a Framework for Islamic Psychology and Psychotherapy: An Islamic Model of the Soul. Journal of Religion and Health, 57(5), 1731-1744. (Kerangka ilmiah mengenai penanganan gangguan psikologis dan spiritual dalam Islam).
Sakinah Consulting

Butuh ruang untuk bercerita dan menemukan arah?

Jika Anda sedang menghadapi persoalan pribadi, keluarga, atau relasi, kami menyediakan ruang pendampingan yang aman, rahasia, dan profesional.

Hubungi Kami